Selasa, 14 Agustus 2012

LAPORAN PENGEMBANGAN
KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR
DI GUGUS DEPAN SMP N 31 PURWOREJO



Disusun Oleh :
Khafidin Thohir


RACANA K.H.A. DAHLAN DAN NYI WALIDAH
GUDEP XI.06.217-218
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO
2011
PELAKSANAAN

Telah melaksanakan pengembangan Kursus Pembina Mahir Tingkat Dasar yang dilaksanakan pada tanggal 2 Oktober – 25 Desember 2010 di Gugus Depan SMP N 31 Purworejo.






Purworejo, Januari 2011
Pembina Gugus Depan                                                                Peserta Pengembangan
              SMP N 31 Purworejo

Sugeng, S. Pd.                                                                                   Khafidin Thohir


Mengetahui,
Ka.Mabigus SMP N 31 Purworejo


Hj. Tumpuk, M, Pd.
PERSEMBAHAN

Penyusunan laporan pengembangan kursus mahir tingkat dasar ini dipersembahkan pada :
  1. Kamabigus Universitas Muhammadiyah Purworejo
  2. Pembina Racana Pa dan Pi
  3. Kwartir Cabang Purworejo
  4. Kamabigus SMP N 31 Purworejo.
  5. Pembina Gudep SMP N 31 Purworejo.
  6. Ayah dan Ibu tercinta yang selama ini selalu memberi dukungan, semangat, motivasi dan do’a
  7. Segenap tim Pelatih Pengembangan Kursus Mahir Tingkat Dasar
  8. Teman-teman Panitia Pengembangan Kursus Mahir Tingkat Dasar
  9. Teman-teman Racana K.H.A. Dahlan dan Nyi Walidah 11.06.06.217-218 Universitas Muhammadiyah Purworejo
  10. Adik-adik penggalang SMP N 31 Purworejo
  11. Adik-adik SMA Darul Hikmah Kutoarjo







PERENCANAAN PELATIHAN PRAMUKA
PENGEMBANGAN KMD 2010

MATERI         : PBB
GOLONGAN : PENGGALANG
WAKTU         : 80 Menit
GUDEP          : MTs MA’ARIF NU PURWOREJO

1.    Tujuan Umum Pelatihan
Peserta didik menguasai teknik baris berbaris dengan baik dan benar. Dan diharapkan mampu meningkatkan kedisiplinan.
2.    Tujuan Khusus Pelatihan
Setelah pelatihan PBB peserta didik dapat :
a.       Mempraktikan hadap kanan, hadap kiri, balik kanan, serong kanan, serong kiri.
b.      Mempraktikan langkah tegap.
c.       Mempraktikan variasi langkah seperti : hormat, haluan kanan, haluan kiri.
3.    Materi
1.         Pengertian Peraturan Baris-berbaris
Peraturan Baris-Berbaris yang serng kita kenal dengan PBB adalah suatu wujud latihan atau gerak fisik diperlukan guna menanamkan kebiasaan dalam tatacara hidup seseorang yang diarahkan kepada terbentuknya suatu perwatakan. Materi PBB dititik beratkan dalam pelaksanaan kegiatan yang memerlukan gerakan anggota badan yang beraturan dan mempunyai perhitungan yang satu sama lainnya berbeda.


2.         Aba-aba
a.     Pengertian
Aba-aba adalah suatu perintah yang diberikan oleh seseorang Pemimpin kepada yang dipimpin untuk dilaksanakannya pada waktunya secara serentak atau berturut-turut.
b.     Macam aba-aba
Ada tiga macam aba-aba yaitu :
1.         Aba-aba petunjuk
Aba-aba petunjuk dipergunakan hanya jika perlu untuk menegaskan maksud daripada aba-aba peringatan/pelaksanaan
Contoh:
Kepada Pemimpin Upacara-Hormat - GERAK
Untuk amanat-istirahat di tempat – GERA
2.         Aba-aba peringatan
Aba-aba peringatan adalah inti perintah yang cukup jelas, untuk dapat dilaksanakan tanpa ragu-ragu.
Contoh:
Lencang kanan – GERAK      (bukan lancang kanan)
Istirahat di tempat - GERAK (bukan ditempat istirahat)
3.         Aba-aba pelaksanaan
Aba-aba pelaksanaan adalah ketegasan mengenai saat untuk melaksanakan aba-aba pelaksanan yang dipakai ialah:
GERAK
JALAN
MULAI
GERAK : adalah untuk gerakan-gerakan kaki yang dilakukan tanpameninggalkan tempat dan gerakan-gerakan yang memakai anggota tubuh lain.
Contoh:
 -jalan ditempat           -GERAK
 -siap                            -GERAK
 -hadap kanan              -GERAK
 -lencang kanan            -GERAK
JALAN : adalah utuk gerakan-gerakan kaki yang dilakukan dengan meninggalkan tempat.
Contoh:
 -haluan kanan/kiri                    - JALAN
 -dua langkah ke depan                       - JALAN
 -satu langkah ke belakang      - JALAN
Catatan:
Apabila gerakan meninggalkan tempat itu tidak dibatasi jaraknya, maka aba-aba harus didahului dengan aba-aba peringatan –MAJU
Contoh:
  -maju                                        - JALAN
  -haluan kanan/kiri  maju          - JALAN
  -hadap kanan/kiri maju             - JALAN
  -melintang kanan/kiri maju       - J ALAN
Tentang istilah: “maju”
Pada dasarnya digunakan sebagai aba-aba peringatan terhadap pasukan dalam keadaan berhenti. Pasukan yang sedang bergerak maju, bilamana harus berhenti dapat diberikan aba-aba HENTI.
Misalnya:        
·          Ada aba-aba hadap kanan/kiri maju –JALAN, karena dapat pula diberikan aba-aba: hadap kanan/kiri henti GERAK.
·          Ada aba-aba hadap kanan/kiri maju –JALAN, karena dapat pula diberikan aba-aba : hadap kanan/kiri henti GERAK.
·          Balik kana maju –JALAN, karena dapat pula diberikan aba-aba : balik kana henti-GERAK.
Tidak dapat diberikan aba-aba langkah tegap maju JALAN, aba-aba belok kanan/kiri maju-JALAN terhadap pasukan yang sedang berjalan dengan langkah biasa, karena tidak dapat diberikan aba-aba langkah henti-GERAK, belok kanan/kiri-GERAK. 
Tentang aba-aba : “henti”
Pada dasarnya aba-aba peringatan henti digunakan untuk menghentikan pasukan yang sedang bergerak, namun tidak selamanya aba-aba peringatan henti ini harus diucapkan.
Contoh:
Empat langkah ke depan –JALAN, Bukan barisan – JALAN. Setelah selesai pelaksanaan dari maksud aba-aba peringatan, pasukan wajib berhenti tanpa aba-aba berhenti.
MULAI : adalah untuk dipakai pada pelaksanaan perintah yang harus dikerjakan berturut-turut.
Contoh:
-hitung                                      -MULAI
-tiga bersaf kumpul                 -MULAI

c.     Cara memberi aba-aba
Waktu memberi aba-aba, pemberi aba-aba harus berdiri dalam sikap sempurna dan menghadap pasukan, terkecuali dalam keadaan yang tidak mengijinkan untuk melakukan itu.
Apabila aba-aba itu berlaku juga untuk si pemberi aba-aba, maka pemberi aba-aba terikat pada tempat yang telah ditentukan untuknya dan tidak menghadap pasukan.
Contoh    : 
Kepada Pembina Upacara – hormat – GERAK
Pelaksanaanya :
Pada waktu memberikan aba-aba mengahdap ke arah yang diberi hormat sambil melakukan gerakan penghormatan bersama-sama dengan pasukan.
Setelah penghormatan selesai dijawab/dibalas oleh yang menerima penghormatan, maka dalm keadaan sikap sedang memberi hormat si pemberi aba-aba memberikan aba-aba tegak : GERAK dan kembali ke sikap sempurna.
Pada taraf permulaan aba-aba yang ditunjukan kepada pasukan yang sedang berjalan/berlari, aba-aba pelaksanaan gerakannya ditambah 1 (satu) langkah pada waktu berjala, pada waktu berlari ditambah 3 (tiga) langkah.
Pada taraf lanjutan, aba-aba pelaksanaan dijatuhkan pada kaki kanan ditambah 2 (dua) langkah untuk berjalan / 4 (empat) langkah untuk berlari.
Aba-aba diucapkan dengan suara nyaring-tegas dan bersemangat.
Aba-aba petunjuk dan peringatan pada waktu pengucapan hendaknya diberi antara.
Aba-aba pelaksanaan pada waktu pengucapan hendaknya dihentakkan.
Antara aba-aba peringatan dan pelaksanaan hendaknya diperpanjang disesuaikan dengan besar kecilnya pasukan.
Bila pada suatu bagian aba-aba diperlukan pembetulan maka dilakukan perintah ULANG !
Contoh: Lencang kanan = Ulangi – siap GERAK
1.      Gerakan Perorangan – Gerakan Dasar
a.      Sikap sempurna
Aba-aba : Siap - GERAK. Pelaksanaanya : pada aba-aba pelaksanaan badan/tubuh berdiri tegap, ke dua tumit rapat, ke dua telapak kaki membentuk sudut 60…, lutut lurus paha dirapatkan, berat badan di atas ke dua kaki, perut ditarik sedikit, dada dibusungkan, pundak ditarik sedikit ke belakang dan tidak dinaikkan, lengan rapat pada badan, pergelangan tangan lurus, jari-jari tangan menggenggam tidak terpaksa rapat pada paha, ibu jari segaris dengan jahitan celana, leher lurus, dagu ditarik, mulut ditutup, gigi dirapatkan, mata memandang tajam ke depan, benafas sewajarnya.
b.     Istirahat
Aba-aba istirahat ditempat – GERAK
·      Pada aba-aba pelaksanaan, kaki kiri dipindahkan ke samping kiri dengan jarak sepanjang telapak kaki (30cm)
·      Ke dua belah tangan dibawa ke belakang dan dibawah pinggang, punggung tangan kanan di atas telapak tangan kiri, tangan kanan dikepalkan dengan dilemaskan, tangan kiri memegang pergelangan tangan kanan di antara ibu jari dan telunjuk, ke dua tangan dilemaskan, badan dapat bergerak.
Catatan:
1.      Pasukan dalam keadaan istirahat di tempat, pemimpin atau atasan lainnya datang untuk memberikan perhatian atau petunjuk-petunjuk, maka atas ucapan pemimpin/atasan dengan menggunakan kata Perhatian pasukan segera mengambil sikap sempurna tanpa mengucapkan kata siap, kemudian mengambil sikap istirahat.
2.      Pada kata perhatian, selesai atau sekian, pasukan mengambil sikap sempurna tanpa didahului aba-aba kemudian kembali ke sikap istirahat di tempat.
3.      Maksud dari sikap siap terakhir ini adalah sebagai jawaban tanpa suara, bahwa petunjuk-petunjuk yang diberikan akan dijalankan
c.      Lencang kanan/kiri : (hanya dalam bentuk bersaf)
Aba-aba : Lencang kanan/kiri - GERAK
Pelaksanaannya:
Gerakan ini dijalankan dalam sikap sempurna.
1.       Pada aba-aba pelaksanaan, saf depan mengangkat lengan kanan/kiri ke samping, jari-jari kanan/kiri menggenggam menyentuh bahu kanan/kiri orang yang berada di sebelah kana/kirinya, punggung tangan menghadap ke atas, bersamaan dengan ini kepala dipalingkan ke kanan/kiri tidak berubah tempat masing-masing meluruskan diri
2.       Saf tengah dan saf belakang kecuali penjuru, setelah meluruskan ke depan dengan pandangan mata, ikut pula memalingkan muka ke samping dengan tidak mengangkat tangan.
3.       Penjuru saf tengan dan belakang mengambil antar ke depan 1 (satu) lengan kanan/kiri ditambah 2 (dua)  kepalan tangan dan setelah lurus menurunkan tangan kanan/kiri tanpa menunggu aba-aba.
4.       Pada aba-aba tegak-GERAK semua dengan serentak menurunkan lengan dan memalingkan muka ke depan dan berdiri dalam sikap sempurna.
5.       Pada waktu pemimpin pasukan memberikan aba-aba lencang kanan/kiri dan barisan sedang meluruskan safnya, Pemimpin pasukan yang berada dalam barisan itu memberikan kelurusan saf dari sebelah kanan/kiri pasukan dengan menitikberatkan pada kelurusan tumit (bukan ujung depan sepatu).
Catatan:
1.      Untuk menghindarkan keributan pada waktu mengangkat lengan kanan/kiri, hendaknya lengan diluruskan melalui belakang punggung orang yang berada di samping, kalau jarak 1 (satu) lengan tidak cukup. Dengan demikian dihindarkan gerakan seolah-olah meninju rekannya yang berada di smaping.
2.      Kelurusan barisan dilihat dari tumit.

d.     Setengah lencang kanan/kiri
Aba-aba : Setengah lencang kanan/kiri - GERAK
Pelaksanaannya:
Seperti pada waktu lencang kanan/kiri, tetapi tangan kanan/kiri di pinggang (bertolak pinggang) dengan siku menyentuh lengan orang yang berdiri disebelahnya, pergelangan tangan lurus, ibu jari di sebelah belakang pinggang, empat jari lainnya rapat pada pinggang sebelah depan (khusus saf depan). Pada aba-aba tegak GERAK dengan serentak menurunkan lengan sambil memalingkan muka ke depan dan berdiri dalam sikap sempurna.
e.      Lencang depan  (hanya dalam bentuk berbanjar)
Aba-aba : Lencang depan - GERAK
Pelaksanaannya:
1.    Penjuru tetap sikap sempurna : nomor dua dan seterusnya meluruskan ke depan dengan mengangkat tangan dengan jarak satu lengan ditambah dua kepalan tangan.
2.    Saf depan banjar tengah dan kiri mengambil antara satu lengan ke samping kanan, setelah lurus menurunkan tangan dan memalingkan kepala kembali ke depan dengan serentak tanpa menunggu aba-aba.
3.    Banjar tengah/kiri tanpa mengangkat tangan
f.        Cara berhitung
Aba-aba : Hitung – MULAI
Pelaksanaannya:
1.      Jika bersaf, pada aba-aba peringatan penjuru tetap melihat ke depan, saf terdepan memalingkan mukanya ke kanan.
2.      Pada aba-aba pelaksanaan, berturut-turut di mulai dari penjuru menyebutkan nomornya sambil memalingkan muka ke depan.
3.      Pengucapan nomor secara tegas dan tepat.
4.      Jika berbanjar, pada aba-aba peringatan semua anggota tetap dalam sikap sempurna.
5.      Pada aba-aba pelaksanaan mulai dari penjuru kanan berturut-turut ke belakang menyebutkan nomornya masing-masing.
6.      Jika pasukan berbanjar/bersaf tiga, maka yang berada paling kiri mengucapkan : LENGKAP atau KURANG SATU/KURANG DUA. 

2.      Perubahan Arah
(dalam keadaan berhenti)
a.        Hadap kanan/kiri
Aba-aba : Hadap kanan/kiri – GERAK
Pelaksanaannya:
·        Kaki kiri/kanan diajukan melintang di depan kaki kanan/kiri lekukan kaki kanan/kiri berada di ujung kaki kanan/kiri, berat badan berpindah ke kaki kiri/kanan.
·        Tumit kaki kanan/kiri dengan badan diputar ke kanan/kiri 90°
·        Kaki kiri/kanan dirapatkan kembali ke kaki kanan/kiri.
b.       Hadap serong kanan/kiri
Aba-aba : Hadap serong kanan/kiri – GERAK
Pelaksanaannya:
·        Kaki kiri/kanan diajukan ke muka sejajar dengan kaki kanan/kiri
·        Berputarlah arah 45° ke kanan/kiri
·        Kaki kiri/kanan dirapatkan kembali ke kaki kanan/kiri
c.        Balik kanan
Aba-aba : Balik kanan/kiri – GERAK
Pelaksanaannya :
·      Pada aba-aba pelaksanaan kaki kiri diajukan melintang (lebih dalam dari hadap kanan) di depan kaki kanan.
·      Tumit kaki kanan beserta badan diputar ke kanan 180°
·      Kaki kanan/kiri dirapatkan kembali ke kaki kanan/kiri.

Catatan:
1.   Dalam keadaan berhenti pada hitungan ke tiga, kaki dirapatkan dan kembali ke sikap sempurna
2.   Dalam keadaan berhenti berjalan pada hitungan ketiga, kaki kanan/kiri tidak dirapatkan melainkan dilangkahkan 0,5 langkah dengan cara dihentikan.
d.       Cara berkumpul
Aba-aba : 3 bersaf/ 3 berbanjar kumpul - MULAI
Pelaksanannya :
·      Pelatih menunjuk seorang anggota sebagai penjuru dan orang yang ditunjuk mengulangi perintah yang diberikan oleh pelatih.
Contoh:
Sdr.Gatot sebagai penjuru. Aba-aba pelatih : Gatot sebagai penjuru. Oleh orang yang ditunjuk (dalam sikap sempurna) aba-aba diulangi: Gatot sebagai penjuru.
·      Orang yang ditunjuk tadi lari dan berdiri di depan pelatih ± 4 langkah
·      Setelah aba-aba pelaksanaan MULAI diberikan pelatih, maka orang-orang lainnya berlari dan berdiri disamping kiri penjuru serta meluruskan diri seperti pada waktu lencang kanan.
·      Pada waktu berkumpul, penjuru melihat ke kiri setelah lurus, penjuru memberikan isyarat dengan perkataan LURUS, pada isyarat ini penjuru nelihat ke depan, yang lainnya (saf depan) menurunkan lengannya dan kembali ke sikap sempurna.
e.        Cara latihan memberi hormat
Aba-aba : Hormat - GERAK
Pelaksanaannya (dengan tutup kepala, keadaan berhenti)
·      Pada aba-aba pelaksanaan, dengan gerakan cepat tangan kanan diangkat ke arah pelipis kanan, siku-siku 15° serong ke depan, kelima jari rapat dan lurus, telapak tangan serong ke bawah dan kiri ujung, jari tengah dan telunjuk mengenai pinggir bawah dari tutup kepala setinggi pelipis.
·      Pergelangan tangan lurus, bahu tetap seperti dalam sikap sempurna, pandangan mata tertuju kepada yang diberi hormat.
·      Jika tutup kepala mempunyai klep, maka jari tengah mengenai pinggir klep.

4.    Kegiatan Pelatihan
No
Waktu
Kegiatan Pembina
Kegiatan Peserta Didik
1.
14.00 – 14.30
Mengadakan Upacara Pembukaan
Melaksanakan Upacara Pembukaan
2.
14.30 – 15.00
Mengawasi ASISTEN memberikan materi yel-yel kepada peserta didik
Mempersiapkan yel-yel
3.
15.30 – 16.00
Mengawasi ASISTEN memberikan materi pensi kepada peserta didik
Mempersiapkan pensi
4.
16.00 – 16.30
Mengawasi ASISTEN memberikan materi yang terdapat di SKU kepada peserta didik
Mencatat dan memperhatikan materi SKU.
5.
16.30 - Selesai
Mengadakan penampilan dan Upacara Penutupan
Menampilkan yel-yel dan pensi bagi regu yang sudah siap dan Upacara Penutupan

5.    Metode
Ø Ceramah
Ø Praktik
Ø Diskusi
6.    Media
Ø Orang
Ø SKU
Ø Papan tulis dan kapur
Ø Alat tulis
7.    Evaluasi
a.    Sebutkan aba-aba dalam gerakan PBB ?
b.    Apakah tujuan dari PBB itu ?
c.    Peragakan aba-aba PBB di tempat sebanyak 10 gerakan.
d.   Peragakan aba-aba PBB jalan sebanyak 5 gerakan.
8.    Daftar Pustaka
Buku peraturan tentang baris berbaris Angkatan Bersenjata, yang disahkan dengan Surat Keputusan Pangab Nomor : Skep/611/X/1985 tanggal 8 Oktober 1985.







Purworejo, Maret 2012
Pembina Gugus Depan                                                                       Calon Pembina

Sugeng, S.Pd.                                                                                                Khafidin Thohir

PROGRAM KERJA LATIHAN
PENGEMBANGAN KURSUS PEMBINA MAHIR TINGKAT DASAR 2010
DI GUDEP SMP N 31 PURWOREJO

NO
KEGIATAN
TUJUAN
DANA
PELAKSANAAN
PEMATERI
KET
1
Yel-yel, pensi
Meningkatkan kekompakan dan jiwa seni
-
Jum’at, 16 September 2011
ALL
-
2
Menyelesaikan yel-yel, pensi, dan pengisian SKU
Meningkatkan kekompakan dan jiwa seni dan pengetahuan pramuka
-
Jum’at, 23 September 2011
ALL
-
3
Penyempurnaan yel-yel, pensi, dan pengisian SKU
Meningkatkan kekompakan dan jiwa seni dan pengetahuan pramuka
-
Jum’at, 30 September 2011
ALL
-
4
Persiapan PERMISENSEL
-
-
Jum’at, 07 Oktober 2011
ALL
-
5
PERMISENSEL
Mengaplikasikan teori yang sudah didapat
-
Jum’at, 15-17 Oktober 2011
ALL
-
6
Peta pita

-
Jum’at, 28 Desember 2011
ALL
-
7
Praktek peta pita
Mengaplikasikan teori
-
Jum’at, 04 Januari 2012
ALL
-
8
Peta lokasi

-
Jum’at, 11 Januari 2012
ALL
-
9
Peta perjalanan

-
Jum’at, 18 Januari 2012
ALL
-
10
Macam-macam bentuk barisan
Mengetahui macam-macam bentuk barisan
-
Jum’at, 20 Februari 2012
ALL
-
11
Tali temali
Mengetahui macam-macam tali dan simpul
-
Jum’at, 27 Februari 2012
ALL
-
12
Menyambung tiyang
Mengetahui macam-macam teknik menyambung tiang
-
Jum’at, 11 Maret 2012
ALL
-







Purworejo, Maret 2012
Pembina Gugus Depan                                                                       Calon Pembina

Sugeng, S. Pd.                                                                                    Khafidin Thohir

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar